Bagi kamu yang tertarik berkarier di bidang TI, profesi sebagai desainer grafis pastinya sudah tidak asing lagi. Atau malah sudah jadi pekerjaan idamanmu? Tidak salah pilih, memang.
Sebagai salah satu pekerjaan yang banyak dilakukan di komputer, desainer grafi s termasuk karier yang makin hari makin kompetitif saja. Selain pendapatan yang diperoleh cukup besar, fleksibilitas juga menjadi keunggulan utamanya. Kamu bisa bekerja full-time di rumah, studio kecil, atau agensi besar.
Mau gaji ekstra? Jadilah freelance dengan bekerja dari rumah. Singkatnya, profesi ini pas bagi kamu yang kreatif dan ingin mengekspresikan diri sekaligus mendapatkan penghasilan yang besar.
Karena bidang desain grafis berkembang sangat cepat dan kompetitif, mulailah sedini mungkin. Banyak yang mulai mengambil proyek saat kuliah, tapi tidak sedikit orang yang telah menjadi freelancer dan membuat website sejak berusia belasan tahun. Tapi berapapun umur kamu, coba simak tips berikut ini untuk membantu mendongkrak kariermu sebagai desainer grafis.
1. Ambil gelar desain grafis
Meski tidak serta-merta jadi jaminan sukses, banyak perusahaan yang menganggap penting gelar desain grafis dari perguruan tinggi. Berbekal ijazah tersebut, kesempatan kamu menggaet pekerjaan full-time jadi lebih besar. Jika kamu telah membekali diri dengan portofolio yang keren, referensi bagus, dan pengalaman sebagai freelance, peluang kamu tentu tidak kecil. Tapi jika ada kesempatan untuk meraih gelar, ambil saja.
2. Gaet sertifikat
Tidak punya waktu atau uang untuk kuliah? Ada banyak kok sekolah yang menyediakan kursus desain singkat dalam satu tahun atau bahkan via online. Sertifikat yang akan kamu peroleh memang tidak sementereng gelar dari perguruan tinggi, tapi akan sangat membantu jika kamu tidak mempunyai latar belakang pendidikan lain.
3. Cari tahu spesialisasimu
Banyak pekerjaan di desain grafis yang cenderung terspesialisasi, seperti desain identitas, pemaketan, majalah, dan lain-lain. Nah, temukanlah keahlian spesifik yang paling kamu sukai dan asah terus. Tapi pelajari juga bidang lainnya supaya orang mengenalmu sebagai desainer multi-talenta.
4. Asah kemampuan fotografi
Kemampuan untuk mengabadikan proyek-proyekmu sendiri di kehidupan nyata akan sangat membantu saat kamu mesti menampilkan portofolio. Dan tentunya ini juga bisa menjadi keahlian ciamik yang bisa kamu tambahkan di CV.
5. Pelajari HTML, XHTML, dan CSS
Makin hari, karier desain Web makin bercampur saja dengan desain grafis. Tidak sedikit lowongan pekerjaan untuk desainer grafis yang meminta pelamarnya memiliki pengalaman desain Web walau sedikit dan banyak pula pekerjaan yang mengharuskan kamu mengetahui bagaimana mengkode situs dengan baik.
6. Kuasai Adobe Suite
Sebagai seorang desainer grafis, kamu akan sering sekali menggunakan program semacam Photoshop, Illustrator, dan InDesign. Nah, menguasai semua software ini akan membantumu menjadi desainer yang lebih produktif dan kreatif. Oh ya, pastikan kamu juga menguasai shortcut-shortcut keyboard.
7. Think outside the box
Mentang-mentang selalu bekerja di depan komputer, jangan sampai kamu melupakan kerja kreatif yang sebenar-benarnya: menggambar dengan tangan! Penting lho, sesekali membuat sketsa sesuatu di atas kertas dan berpikir di luar boks komputer.
8. Ekspresikan kreativitasmu
Kadang kala, karena tuntutan bos/klien, desain bisa jadi sangat “korporat” dan dibatasi, padahal desainer adalah orang yang kreatif secara alami. Supaya tidak stres dan segar lagi, sesekali latih otot-otot kreatif kamu. Buat proyek pribadi, pekerjaan tak berbayar, atau proyek lainnya yang memberikan kamu kemerdekaan lebih dalam berkreasi sehingga kamu tidak selalu merasa terkungkung dan dipenjara.
9. Buat portofolio website
Waktu sangatlah berharga dan Web telah makin menjadi standar industri. Karena itulah kamu membutuhkan suatu portofolio Web. Ingat, banyak perekrut yang tidak punya waktu untuk melongok portofolio cetak kamu dan akan meminta URL website atau e-mail pekerjaanmu dalam format PDF. Apalagi jika kamu berencana menjadi seorang freelancer.
10. Buat sendiri sistem identitas pribadi
Memiliki kartu bisnis, resume, letterhead, dan sejenisnya akan membantu memberi kesan profesional dan betapa seriusnya kamu terhadap kariermu. Luangkan waktu yang banyak untuk membuatnya karena orang akan menilai kamu dan kemampuanmu berdasarkan kualitas sistem identitas pribadi tersebut.
11. Jadilah freelancer
Menjadi freelancer akan menambahkan pengalaman yang luar biasa, terutama tentang cara menghadapi klien. Kamu akan belajar dengan cepat bagaimana mengurus klien-klien dengan kepribadian berbeda, bagaimana melindungi diri sendiri, multi-tasking, dan sebagainya.
12. Manfaatkan kontes desain
Ada banyak sekali kontes desain di Internet, hadiahnya pun menggiurkan. Dengan mengikutinya, kamu tidak hanya mempopulerkan dirimu sendiri (jika menang), tapi juga bisa menambah portofolio dan pendapatan. Rajin-rajinlah menyambangi blog desain untuk mendapatkan informasi mengenai kontes desain terkini.
13. Mengumpulkan sumber desain gratisan
Web penuh dengan sumber cuma-cuma yang tak terkira jumlahnya, seperti font gratisan, vector artwork, tekstur, pola, elemen desain, dan banyak lagi. Mulailah mengunduh, periksa syarat pemakaian, dan simpan semuanya secara terorganisir—kamu tidak akan pernah tahu kapan kamu akan membutuhkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar